Analog Clock

Senin, 27 Desember 2010

UNGKAPAN PENGHUBUNG KALIMAT



(1)   PENGHUBUNG INTRAKALIMAT
Ungkapan penghubung intrakalimat (intra=dalam) adalah kata penghubung yang digunakan hanya di dalam satu kalimat, baik dalam kalimat tunggal maupun dalam kalimat majemuk. Ungkapan/kata penghubung ini biasanya berfungsi sebagai penghubung antara  subjek dan keterangannya, antara predikat dan keterangannya di dalam kalimat, antara kata satu daan kata lainnya, atau antara bagian kalimat yang satu dengan bagian kalimat lainnya.
Penulisan ungkapan penghubung intrakalimat juga dikaitkan dengan penggunaan tanda koma. Ada tanda koma yang mendahului kata penghubung, tetapi ada pula ungkapan penghubung yang sama sekali tidak boleh didahului tanda koma. Selain itu, ada pula kata penghubung yang digunakan dalam penulisan perincian.  Berikut adalah beberapa contoh kata penghubung intrakalimat.

  1. Kata penghubung yang harus didahului tanda koma, antara lain:

…, tetapi                                  …, kecuali                              
…, sedangkan                          …, misalnya
…, melainkan                          …, antara lain
…, seperti                                …, yaitu/yakni

  1. Kata penghubung yang tidak boleh didahului tanda koma adalah:

jika                                          ketika                           maka
agar                                          pada saat                      bila/apabila
supaya                                     demi                            kalau
walaupun                                 sehingga                       dan sebagainya.
meskipun                                 apabila
sungguhpun                             sebelum
sebab                                       sesudah
karena                                      setelah

  1. Kata penghubung dalam perincian dapat diuraikan sebagai berikut.                           

Kata penghubung berikut, yang dipakai dalam perincian, tidak didahului tanda koma jika perincian dalam kalimat hanya terdiri atas dua unsur. Namun, jika perincian dalam kalimat terdiri atas lebih dari dua unsur, kata penghubung berikut ini harus didahului tanda koma, yakni dan, serta, atau.
Contoh: (1) meja dan kursi; (2) meja, kursi, dan lemari


(2)   PENGHUBUNG ANTARKALIMAT
Ungkapan penghubung antarkalimat (antar=inter) adalah kata penghubung yang terletak pada awal kalimat. Letak ungkapan penghubung antarkalimat adalah setelah tanda baca akhir dari kalimat sebelumnya sehingga penulisannya harus selalu diawali dengan huruf kapital. Jadi, ungkapan penghubung antarkalimat digunakan untuk menghubungkan dua kalimat (tunggal atau majemuk) sehingga tampak bahwa kedua kalimat tersebut bersambungan dalam hal makna. Kata penghubung antarkalimat berfungsi menghubungkan kalimat-kalimat dalam sebuah paragraf.  Dalam penulisannya, ungkapan penghubung antarkalimat harus selalu diikuti tanda koma. Berikut ini contoh beberapa kata penghubung antarkalimat.

Namun, …                                                 Oleh karena itu, …
Jadi, …                                                      Sehubungan dengan itu, …
Dalam hal itu, …                                       Dalam hubungan itu/ini, …
Pertama, …                                                            Lagi pula, …
Kedua, …                                                  Meskipun begitu/demikian, …
Ketiga, …                                                  Selain itu, …
Selanjutnya, …                                          Sementara itu, …
Sejak itu, …                                               Kemudian, …
Akan tetapi, …                                          Sebaliknya, …
Bahkan, …                                                            Sekalipun demikian/begitu, …
Walaupun demikian*, …                           Sebenarnya, …
Sejujurnya, …                                            Sebagai simpulan, …
Sebagai akibatnya, …                                Dengan demikian, …
Demikian juga, …                                      Di samping itu, …
Padahal, …                                                            Misalnya, …
Pada umumnya, …                                                Secara umum, …
Pada dasarnya, …                                      Secara garis besar, …
Dengan kata lain, …                                  Bertepatan/bersamaan dengan itu, …
dan sebagainya


Contoh:
Saat harga susu tinggi, peternak bernapas lega karena ada keseimbangan antara pendapatan dan biaya pakan sapi. Sebaliknya, jika harga susu merosot, peternak hanya bisa mengelus dada. Untuk mengantisipasi ketidakstabilan harga susu, peternak sepakat mendirikan koperasi susu untuk memproduksi keju. Dengan demikian, peternak akan memperoleh pendapatan secara teratur tanpa permainan harga, baik oleh tengkulak maupun pemerintah.

Catatan:

            Kata atau ungkapan penghubung tidak terbatas jumlahnya pada contoh yang dikemukakan di atas, tetapi setiap penulis berhak menciptakan penghungnya sendiri. Dengan syarat bahwa penghubung itu benar-benar berfungsi merekatkan kata-kata dalam kalimat serta tidak merusak kalimat secara ketatabahasaan. Berikut adalah contoh penghubung antarkalimat: Pada umumnya, …   
Pada dasarnya, …
Pada awalnya, …
Ketika itu, …
Dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar